Jumat, 24 Mei 2013

40 tahun lagi

7 Juli 2001

Aku dan beliya band yang seluruh personil nya cewek ikut babak penyisihan di kota balikpapan. Band yang berasal dari kota Tenggarong bebas memilih kota mana saja dalam 3 kota besar yang di pilih panitia untuk kami ikuti.


Hanya band asal Tenggarong yang di beri pilihan itu, karna persaingan di samarinda dan bontang lumayan ketat maka kami memilih kota balikpapan. Pagi yang lumayan terik di balikpapan, seluruh peserta band harus mendaftar ulang di Gelora Patra, mengambil id card peserta dan lanjut cek sound hingga sore. Selagi anggota yang lain ngantri pengambilan id card di meja panitia depan pintu masuk gelora patra, kami berkumpul saja dengan hyper band di halaman berumput yang teduh sekalian menumpuk peralatan band yang lumayan berat kalo di tenteng terus menerus.


Pemandangan saat itu hanya lah sekumpulan anak band balikpapan yang menunggu. Kehadiran kami sebagai satu-satu nya band dengan personil cewek jelas menarik perhatian mereka. Bukan nya sombong, tapi kami memang sudah terbiasa dengan perhatian itu. Bukan nya juga menghina, tapi anak band di balikpapan tidak masuk dalam kategori pacar idaman kami. Hohohoho... Mereka terlalu anak band banget dengan atribut yang nge-band banget. Ngerti kan maksud nya... Kami menyukai cowok yang berpenampilan sederhana dengan skill luar biasa.

Tapi pemandangan pagi itu memang dominan banget. Tidak ada yang menarik perhatian kami, biasa lah... Hal menyenangkan saat menunggu adalah tebar pesona dan hunting cowok. Bukan untuk di jadikan pacar lho, tapi hanya sekedar untuk di kagumi melambungkan khayalan. Sebagian dari kami tentu sudah ada yang punya pacar, termasuk aku. Tau kan rasanya jadi remaja, saat tidak ada lawan jenis yang menarik perhatian kita? Rasa nya pasti membosankan.

Tapi, suasana langsung berubah ketika sekumpulan cowok memasuki area itu. Jelas kehadiran mereka sangat menonjol. Selain tampang mereka yang cute, penampilan mereka juga sangat tidak ngeband. Hanya baju kaos dan jeans, tidak ada tambahan apa-apa yang pastinya akan membuat mereka terlihat norak seperti yang lain :-D

Pikiran kami pun melambung dalam khayalan, seperti gerakan slow motion di film drama romantis, gerakan mereka sangat mempesona. Cara mereka berjalan dan memperhatikan sekitar sangat berbeda dengan yang lain. Padahal mereka juga pasti anak band balikpapan, tapi mereka seperti terpisah dari yang lain. Mengapa kami menebak mereka pasti dari balikpapan??? Karna apabila mereka berasal dari tenggarong, jelas kami sudah kenal. Dan jika mereka dari kota lain, jelas tidak mungkin! Karna band dari kota lain tidak di perbolehkan ikut serta di babak penyisihan balikpapan. Mereka benar-benar manis...


Rasa nya seketika itu juga, pagi terik jadi turun salju saat mereka melirik ke arah kami. :Love:Love:Love Si baju orange! Wow! Belum pernah aku melihat cowok secakep itu. Memang mereka semua rata-rata manis, tapi si baju orange jelas paling CUTE! Dan semua beliya pun setuju! :Love:Love:Love Tapi kemudian mereka menghilang dari balik tembok ke arah pantai, seketika itu pula salju berubah menjadi terik!


Dengan lemas kami pun mulai memasuki gelora patra untuk menunggu giliran check sound, jam-jam yang membosankan Ketika si baju orange dan personil nya memasuki gedung lalu mengambil posisi tribun tepat di sebrang tribun kami. Mereka duduk berjejer, kami yang semula berpencar langsung ikut-ikutan duduk berjejer. Berlomba-lomba agar dapat posisi sama seperti si baju orange. Tapi, aku tersingkir ke ujung sejajar dengan drumer mereka yang bertubuh tambun ( ˘͡ -˘͡) 

Saat berhadap-hadapan seperti itu walau tidak sejajar dengan si baju orange, pipi ku merona panas. Saking merona nya sampai ku tutup wajah ku dengan koran yang sebelumnya aku pakai untuk kipas. Tidak pernah aku seaneh ini mengingat banyak nya mantan pacar yang kumiliki sebelum nya. Tidak ada yang membuat ku semerona ini...


Kemudian dengan bahasa isyarat, mereka mengajak kami keluar gedung. Mungkin untuk berkenalan agar lebih leluasa. Sound yang hingar bingar dan jarak tribun kami yang lumayan jauh jelas bukan sarana yang bagus untuk saling menggoda. Mereka keluar terlebih dahulu, tapi aku mengingatkan beliya yang lain agar tidak keluar menemui mereka, karna kami belum mendapat giliran check sound sedangkan 3x panggilan panitia tidak di respon maka akan di diskualifikasi. So, kami tetap bertahan di tempat, penuh rasa bosan dan aktifitas bolak balik ke toilet berkali-kali.


Sesekali memperhatikan grup band yang melakukan check sound sebagai hiburan. Beberapa jam kemudian terdengar panggilan kedua dari panitia untuk trilogi band yang di susul riuh sorak menggoda dari personil beliya yang lain, ketika ku arahkan pandangan ku ke bawah, si baju orange CS tersenyum malu melewati kumpulan kami sambil menenteng guitar bass.

Glek! Wajah itu... Wajah paling sempurna yang pernah ku lihat... Senyum nya unik, Kulit nya putih, Mata nya sipit nan tajam, Hidung nya mancung bangir lancip, Bibirnya merah merekah seperti bisul raksasa.... Haha... Seandainya yang memiliki semua atribut wajah itu adalah seorang cewek, pasti lah akan menjadi cewek tercantik di kaltim. Tapi karna pemilik wajah itu adalah seorang cowok, maka aku bisa mendeskripsikan karakteristik wajah nya benar-benar unik! Tanpa berkedip, kami menatap si baju orange CS di atas panggung sedang melakukan check sound. Sikap grogi mereka nampak banget, sehingga seringkali memunggungi atau menunduk saja ( ˘͡ -˘͡) Panitia menyebutkan nama para personil trilogi band satu persatu, kami memasang telinga ketika panitia menyebutkan "di posisi bass ada Ali Akbar"

Aku memang tidak pernah mencoba wahana hysteria di Dufan, tapi aku yakin rasanya hampir sama dengan ini, dalam sekian detik jantung ku serasa ada di ubun-ubun kemudian berpindah ke usus ku. Reaksi fisik yang abnormal memang! Tapi baru mendengar nama nya saja, sudah membuat aku mual saking nervous nya.

Sorakan dari personil beliya menciutkan hati ku. Hati ku menciut karna ku pikir aku tidak punya saingan untuk merebut perhatian si baju orange alias Ali Akbar, ternyata saingan nya cukup banyak dan lumayan berat,Mungkin sebaiknya aku mundur saja, mengingat personil beliya yang lain jauh lebih cantik, lebih putih, lebih langsing... Mundur lebih cepat pasti mengurangi kekecewaan mendalam kemudian, Setelah itu, aku hanya berfokus pada parade band yang akan kami hadapi. Berusaha untuk bermain sebaik mungkin. Dan hanya mencurahkan sedikit perhatian saat trilogi band menunjukkan kepiawaian nya dalam membawakan aliran musik GodBless.

Anggaplah itu terakhir aku melihat nya... 


--++---

Setelah penampilan kami di babak penyisihan parade boom itu, kami menyegarkan pikiran dengan berjalan-jalan ke balikpapan plaza. Aku dan tari berjalan terpisah dari yang lain. Sebenarnya tidak ada yang spesial, hanya saja ada yang aneh di dalam hati ku. Seperti perasaan kosong dan hilang. Secara refleks aku berhenti dan menatap sebuah ranjang jati pajangan di pameran furniture lantai dasar. Dan berseru


"Tay, aku hanya mau menikah dan melewati malam pertama pernikahan ku dengan Ali Akbar, walaupun aku sama sekali tidak mengenal nya"

Bagaikan seorang penyihir yang merapalkan mantra, seketika itu pula semua nya terasa berbeda, dunia seperti berputar di sekeliling ku untuk beberapa detik dan kembali normal lagi setelah nya...

Ohya, untuk urusan perasaan ini aku sangat percaya sama tari, dia adalah wadah curhat terbaik di saat itu. Karna memang dia lah yang selalu mengerti...

---+++---

21 Juli 2001

Sebentar lagi aku berumur 17 tahun. Umur yang di tunggu-tunggu oleh ABG seperti aku pastinya. Pesta besar sudah di siapkan oleh uak dan keluarga ku untuk merayakan nya. Seharusnya aku bahagia, right?! Tapi rasanya masih ada saja yang kurang dan kosong di dalam hati ku. Pacar ku Leo pasti akan datang dari samarinda, pesta besar dan kehadiran seorang pacar seharusnya membuat segala nya jadi menyenangkan.

3 hari lagi, Aku ingat bagaimana dulu aku pernah berdoa dan memohon kepada Tuhan, bahwa di umur ku yang ke 17 aku harus menemukan 'Cinta' yang sebenarnya. Aku ingin merasakan getaran-getaran cinta seperti cerita orang, ingin merasakan apa itu rindu... Memang benar aku sudah punya banyak pacar, tapi tidak seperti cerita orang yang mengatakan bahwa cinta itu indah blablabla, bagi ku hubungan pacaran ku semata-mata karna pengaruh dari lingkungan. Sama sekali bukan perasaan yang muncul dari dalam. Paling tidak, malam minggu aku tidak sendirian.

---+++---

Yang ku dapati adalah diri ku sedang mengaduk-aduk berkas dalam kotak di kantor permata enterprise samarinda yang menjadi EO pada acara parade permen boom tersebut. Bayangkan, aku sampai merasa harus melakukan itu, pergi ke samarinda dan mencari informasi tentang si baju orange alias Ali akbar untuk mengganti perasaan kosong dan hilang yang kurasakan akhir-akhir ini. Dan data-data serta foto 3x4 nya sudah ada di tangan ku sekarang.


Beruntung pihak permata enterprise tidak keberatan aku mengacak-acak berkas mereka. Dari data nya disebutkan bahwa Ali akbar berdomisili di kebun sayur balikpapan tapi kuliah di UNMUL Samarinda. Wow! Kemungkinan nya 40% aku bisa bertemu dia lagi. Setiap saat yang ku pandangi hanya foto nya saja, Entahlah... Kenapa aku jadi seperti ini... Tapi rasa nya ini bukan diri ku. Setiap saat terbayang-bayang tentang nya. Tari dan evi sampai berkata "Rasanya ingin memberi kado spesial di hari ulang tahun mu, isi dalam nya adalah Ali Akbar"

Konyol! Jelas itu tidak mungkin, tidak ada yang tahu berapa nomer hp nya, dia tinggal dimana blablabla...

Cuman tau nama, apalah artinya??? ---++---


25 Juli 2001

Seventeen party ku tetap di adakan sesuai rencana, semua di persiapkan semeriah mungkin. Pesta ulang tahun paling meriah seumur hidup ku, karna ada hiburan band dan di selingi beberapa acara yang seru.



Sebelum aku keluar kamar, lagi-lagi aku hanya memandangi foto Ali akbar, jangan bilang bahwa perilaku ku ini biasa, jelas tidak biasa! Tapi memang begitu kenyataan nya. Menatap foto itu berlama-lama tidak membuat perasaan ku jadi lebih baik, aku tau itu! Tapi tetap saja sulit menghentikan nya. Pesta itu berjalan dan berakhir seperti pesta pada umum nya. Kehadiran Leo pacar ku sedikit pun tidak membuat ku menjadi lebih nyaman. Umur ku sekarang sudah 17 Tahun, sebagaimana doa ku sebelumnya, ternyata Tuhan memang tidak mengabulkan nya! Tuhan tidak sayang pada ku.

Bukti nya, di saat umur ku 17 tahun pun aku belum menemukan orang yang bisa membuat ku merasakan cinta. Foto dan kartu mahasiswa ali aku simpan saja di dalam album foto mini ku. Aku sudah berhenti berharap akan ada nya keajaiban. Tidak lah mungkin ali bisa keluar dari foto itu dan menjadi nyata, memang nya ini cerita harry potter.

Aku juga sudah berusaha mencari tentang keberadaan nya. Aku menelpon semua orang yang kuliah di Unmul dan di jurusan yang sama dengan ali, tapi jawaban mereka sama sekali tidak membuah kan hasil. Tidak ada yang kenal dengan ali akbar. Semakin membuat frustasi saja...


28 Juli 2001

Malam minggu ini kami akan memberi dukungan kepada hyper band untuk bertarung di babak final parade boom. 3 juara dari 3 kota di pertemukan lagi di Gor segiri samarinda, Hyper band adalah salah satu nya. Sedangkan beliya dan trilogi gugur. Jam 7 sore itu kami sudah parkir di pelataran gor segiri. Sepanjang jalan dari hotel ke gor segiri, tubuh ku mendadak menggigil tanpa sebab. Semakin dekat gor semakin bergetar hebat. Suhu saat itu normal dan sebelumnya aku juga merasa sehat.


Tapi reaksi tubuh ku benar-benar tidak masuk akal, turun dari mobil aku meminta bantuan thari untuk menyeimbangkan tubuh. Aku takut tiba-tiba saja jatuh pingsan karna tremor ini. Berjalan dari parkir mobil ke pintu masuk gedung menjadi sesuatu yang cukup menyulitkan. Setelah membeli tiket, kami langsung masuk dari pintu utama lalu berbelok kiri menuju ke arah panggung. Anehnya setelah memasuki gedung tubuh ku tidak lagi menggigil, mendadak menjadi normal lagi seperti beberapa jam sebelumnya, Tapi... Beberapa detik kemudian, Nafas ku tertahan dan kurasakan genggaman thari pada tangan ku pun mengencang.


Tidak bisa ku deskripsikan rasa nya saat itu, tapi tenggorokan ku benar-benar tercekat dan berhenti berdetak seperti biasanya. Atau kah aku sudah tidak bisa merasakan detak jantung ku lagi saking kencang nya? Tidak bisa di pungkiri bahwa serangan kejut itu menjadi hal paling fenomenal yang pernah kurasakan, sensasi nya mengalahkan perasaan ku saat para juri mengumumkan tentang terpilihnya beliya band sebagai jawara, bahkan lebih hebat 2x lipat dari itu.

Aku tetap berusaha berjalan dengan normal walau aku yakin tidak terlihat normal bagi siapapun yang melihat nya. Untung nya aku di kelilingi teman-teman yang lain, sehingga kegugupan ku tidak terlihat oleh nya (Mungkin!hohoho)


Nya??? Siapa? Sori lupa memberitahu, saat aku menulis ini aku serasa kembali pada suasana itu sehingga mengungkap kan nya pun jadi sulit. Hihihihi...

Yap! Tebakan kalian benar! Saat aku memasuki gedung gor segiri itu di hadapan ku tepat di hadapan ku setelah kami berbelok ke kiri gedung, Ali Akbar sudah duduk di tribun dan melihat kedatangan ku, maaf! Maksud ku melihat kedatangan kami. Senyum nya... Mata nya... Tubuh ku serasa meleleh bagaikan sebatang coklat di tempat yang hangat. Bagaimana tidak? Selama ini aku mencari nya kemana-mana sampai frustasi lalu tiba-tiba dia ada di hadapan ku, ada di satu gedung yang sama dengan ku. Okee, aku memang tidak tahu kepada siapa senyuman itu di tujukan. Tapi, seperti nya aku memang jatuh cinta padanya walaupun aku tau akan mengecewakan.


Aku tidak tau apakah dia sudah punya pacar? Apakah dia seorang playboy? Apakah dia naksir salah satu dari teman ku? Terserah lah, menyukai nya bagai mempertaruhkan hati ku di meja judi dengan kemungkinan kecil sekali untuk menang. Aku hanya bersiap-siap untuk kecewa, biar saja... Daripada memungkiri nya.


Sekarang kami sudah ada di tribun sebelah panggung, aku menikmati aksi-aksi para peserta finalis sambil melambungkan khayalan. Personil beliya yang lain agak berisik di sebelah ku, seperti nya mereka sedang membicarakan ali akbar yang berjarak kurang lebih 10 meter dari tempat kami duduk.


Huuuh,... Belum-belum aku udah kecewa aja. Personil beliya tu cantik-cantik terkecuali drummer nya, siapapun tau itu dan cowok seperti Ali akbar itu sudah pasti naksir nya sama salah satu dari mereka dan jelas tidak mungkin aku yang gendut buntal hitam berkacamata. Kalau di pikir ulang pun, cowok setampan ali akbar biasa nya ceweknya tuh model atau paling tidak cewek berpenampilan manis yang biasanya jadi idola di sekolah dan kebetulan personil beliya bukan dua-duanya. Hohohoho...


Terkecuali dia playboy! Seperti mantan pacar ku dulu amor samarinda, ganteng sih... Cute banget tapi tidak sesempurna ali akbar. Dan dia 100% Playboy! Karna suatu hari kakak ku ke samarinda ngeliat dia jalan sama cewek lain berkali-kali. So, aku rasa ali akbar bisa saja termasuk golongan playboy samarinda seperti itu. Semua nya menunjang! Sumpaah! Personil beliya yang lain neh bener-bener berisik yah kalau urusan cowok.


Lagu santana corazon yang dibawakan oleh grup band asal bontang seperti kalah nyaring dengan suara berisik mereka. Hmmmm... Pantas... Itu sebabnya bontang cukup di perhitungkan, skill & permainan nya memang jago. Tiba-tiba ada yang menggamit lengan ku dari belakang


"Mba...Mba... Yang kemaren ada di balikpapan ya"


Mata ku membelalak atau mungkin bola mata ku sudah keluar dari tempurung nya saat ali akbar sudah ada dibelakang ku... Sori, ini sebenarnya ekspresi yang tidak bisa di ungkapkan hanya dengan kata-kata. Tapi setidak nya bisa aku perumpamakan seperti aku adalah sebuah peluru yang di tembakkan ke angkasa. Atau... Aku adalah sebuah roket yang melesat ke angkasa dalam hitungan menit mendarat di bulan... Lalu mengambang-ambang di hampa udara. Menyenangkan sekaligus mendebarkan!


Tapi belum sempat aku membalas pertanyaan nya, ali akbar sudah tenggelam dalam kerumunan personil beliya di barisan belakang ku. Lalu sedetik kemudian sebuah tangan raksasa menarik ku dan gravitasi bumi menghempaskan aku ke daratan berbatu. Eh, perumpamaan yang salah! Mungkin lebih tepat nya tubuh ku terhempas ke trampolin raksasa yang melambung hempaskan tubuh tambun ku.


Karna, setidak nya aku tau... Dari 7 personil beliya yang ada disitu, lengan ku lah yang duluan di gamit nya (huufft...) Aku menyingkir sedikit ke pinggir menjauhi kerumunan tapi tetap di barisan semula, membiarkan apapun yang terjadi di belakang kanan ku. Terakhir aku lihat ocha berpindah duduk ke samping ali akbar.


Aku memang bukan orang yang agresif, dan tidak pernah bisa bersikap agresif terhadap cowok. Lebih baik aku memendam perasaan ku sampai mati daripada mengungkapkan perasaan suka ku terhadap seseorang. Apalagi, aku tidak punya modal fisik cukup untuk melakukan nya. Jika aku sekeren dan selangsing mereka, aku pasti pede saja untuk bersikap agresif.


Tapi siapa lah aku? Hanya seorang cewek gendut hitam pendek berkacamata. Tubuh ku merinding saat mendengar suara melengking vokalist band tamu dari banjarmasin membawakan lagu She's Gone nya steel heart. Sejenak lupa dengan perasaan ku dan hanyut dalam alunan lagu slow rock itu.


Ketika baru ku sadari seseorang sudah duduk di sebelah ku dengan senyuman nya yang unik. Aku melihat nya sekilas tanpa ekspresi dan tanpa senyuman tapi jantung ku berdebar kencang, sekencang dentuman bass yang keluar dari sound system di depan kiri ku. Hei! Tapi dia tetap tersenyum walau aku tidak membalas nya. Aku mengalihkan tatapan pura-pura ku ke arah panggung. Mencoba berkonsentrasi pada apa pun yang ku lihat. Sementara pikiran ku berpacu pada 'apa yang bisa aku lakukan?' "Kok sombong?"

Dia berbicara di telinga ku berusaha mengalahkan suara sound. Aku diam saja dan sedikit menyunggingkan senyum, sedikit memang! Tapi butuh usaha yang keras untuk melakukan nya. Ku rogoh tas didepan ku, mengambil sebuah album foto kecil lalu ku berikan kepada nya dan masih tetap dengan wajah datar. Selagi dia membolak balik album itu, aku kembali mengalihkan pandangan ku ke arah panggung masih dengan lengkingan lagu steel heart.


"Kenapa ada foto dan kartu mahasiswa ku disini?"

Kata nya lagi di telinga ku. Dan ku lanjutkan dengan merebut pelan album yang ada di tangan nya dan langsung memasukkan kembali ke tas ku. Sempat ku lihat kebingungan di wajah nya dan dalam hati aku mengutuk diri! 'Aku bodoh!' Kenapa tidak bisa bersikap lebih baik lagi? Benar-benar bodoh! Sekarang orang yang aku cari-cari selama ini ada di sebelah ku dan ini nyata! Bukan mimpi!!! Tapi sikap ku sangat buruk! Rasanya ingin memutilasi diri sendiri,

Aaaarrrgghhkk...


"Aku gak bisa lama,sudah janjian dengan teman. Bisa minta nomer telpon rumah? Oh'ya kita belum kenalan, nama ku Ali"


Kami berjabatan tangan, Ya tuhan... Ini nyata! Aku bisa merasakan tangan nya...


"Nama ku IIN" 


Masih bersikap acuh sambil menuliskan nomer telpon rumah dan handphone ku. Telpon selular masih sangat langka, tapi uak sudah membelikan sebuah ponsel dengan merk samsung untuk ku. Ali menerima robekan kertas memo, pamit mohon diri dengan semua teman-teman, lalu pergi... Tinggal lah aku yang tenggelam dalam lautan pasir hisap. Mencoba menyelamatkan diri malah membuat aku semakin terhisap ke dalam pasir nya. Mungkin sebaiknya aku mencoba tenang sampai seseorang menolong ku keluar.


 ---+++--- 

Setelah babak grand final parade band BOOM berakhir. Hyper band langsung kembali ke tenggarong sedangkan aku dan personil beliya bertahan di samarinda. Kami cek in di hotel mesra tapi sebelum kembali ke hotel kami berkeliling samarinda sekaligus cari makan tengah malam. Di dalam mobil, seperti remaja cewek pada umum nya kami saling bertukar cerita dan bercanda. Tapi entah bercanda apa serius, pembahasan mereka kali ini bikin kuping ku panas!


"In, ntar kalo ali nelpon, bilangin salam dari aku yaaa" 

"Eeh,jangaan! Bilangan salam aku!" 

"In, aku serius lho ya, sampaikan salam ku"


Gggggrrrrr.... Aku mengangguk angguk saja sambil terus menyetir mobil. Untung mereka tidak bisa melihat perubahan ekspresi wajah ku di depan kemudi dan gelap nya malam. Beberapa saat kemudian handphone ku berdering. 

"Halo,iin ya... Ini ali yang tadi"

Andai saat ini hujan deras, pasti aku mengira sudah tersambar petir

"Iyaah, hai! Ini sudah tengah malam, kenapa baru menelpon?"

Tetap memegang setir dengan tangan kiri memegang handphone di telinga. "Ini baru sampai rumah" blablablablabla.... Obrolan biasa... 

"Eh ali... Ada salam dari teman ku neh, nama nya xxxx sama xxxx, kamu pilih deh salah satu nya mau yang mana?"

Sok tenang banget sih aku, padahal jantung gak beraturan nunggu jawaban nya. 


"Waalaikum salam, salam balik" "Lho? Bukan salam itu, maksud ku salam cinta, salam sayang, salam untuk jadi pacar gitu" 


"Ooowh, makasiih... Tapi aku belum di bolehin pacaran" 


"Diam-diam lah... backstreet"


Aku benci berbasa-basi. Rasa nya mau langsung teriak dari speaker phone 'Mau apa gak sama salah satu dari teman ku!!! Jawab dengan tegas! Gak usah basa basi' hohohoho... 


"Waalaikum salam aja yah"


*Hoaaaammmm, ngantuuk... Zzz..Zz...


Sebenarnya aku senang mendengar jawaban nya. Dia tidak berusaha untuk mencari tau atau membahas lebih jauh salam dari teman-teman ku.


Tapi, justru sikap egois ku lah yang muncul. Aku memberikan handphone ke ocha membiarkan mereka ngobrol berdua mungkin akan memuaskan rasa ingin tahu ku tentang 'seberapa konsekwen nya ali' Bisa saja dengan aku dia berbicara begitu, tapi dengan ocha atau yang lain berbicara begini. Aku memarkirkan mobil lalu masuk ke warung nasi goreng langganan bareng yang lain. Sementara ocha masih sibuk dengan handphone ku. 

 "In, neh ali mau ngomong sama kamu"

ocha mengembalikan handphone ku dengan lesu.

"Halo, kenapa?"


"Kok hape nya di kasihkan ke teman nya sih? Aku kan mau ngomong sama kamu, bukan temen mu"


Tuuuuuuiiiiiiiinnnnngggg, Tubuh ku melesat ke udara setelah karet ketapel di tarik dan di lepaskan oleh tangan Gulliver *manusia raksasa (Bayangkan game angry bird) kira-kira begitu lah rasanya... Setelah mengakhiri telpon dari ali, ocha kemudian berceloteh 


"Mundur ajaah, Ali kayak nya naksir iin, di telpon yang di tanya-tanya cuma iin"


17 Tahun aku hidup, baru kali ini aku merasakan apa itu 'Melayang' ke awang-awang. Baru kali ini aku merasakan wajah ku memanas karna malu dan jantung ku berdetak cepat saat menyebut nama seseorang. Aku tidak tau, ini kah rasa nya cinta? Memang tidak tepat di hari ulang tahun ku, meleset beberapa hari... Hanya beda 3 hari setelah ulang tahun ku... Tapi di situ aku menyadari bahwa Tuhan tidak menggunakan 'abrakadabraa' untuk mengabulkan doa umat -Nya, tapi lebih pada logika... Seandainya Ali tiba-tiba muncul di malam pesta ulang tahun ku, pasti akan menimbulkan kehebohan yang luar biasa. Semua pasti berproses karna pagi tidak mungkin langsung menjadi malam. 


 -----+++----- 

 15 Agustus 2001

Malam yang romantis di kursi kayu panjang, bawah tangga sekolahan ku. Aku bisa merasakan tangan ali yang dingin dan sikap nya yang gugup di sebelah ku. 30 menit tanpa bicara...

Tik... Tok... Tik... Tok... 

Suara musik samar-samar terdengar dari dalam kelas. Besok sekolah ku berulang tahun, akan ada perlombaan menghias ruang kelas yang di ikuti seluruh kelas 3. Itu sebab nya kami lembur sampai malam untuk mengecat dan menghias ruangan secantik mungkin. Tapi hasil nya sama sekali jauh dari kata cantik, melainkan Norak! Haahaahaa...  (˘ʃƪ˘) plisse jangan tanyakan itu 'ide siapa' karna hanya akan mengingatkan kekesalan teman-teman ku atas kekalahan kami. Hohohoho... 2 minggu setelah pertemuan kami di samarinda. Selama 2 minggu itu pula ali sudah 4 kali bolak-balik samarinda tenggarong lewat jalur loa-janan hanya untuk menemui aku beberapa jam. Belum ada jalur cepat yang bisa menghubungkan kedua kota itu. Belum ada ikatan apa-apa di antara kami, masih berteman...

Heran juga kenapa dia harus bela belain menempuh jarak sejauh itu untuk bermalam minggu dan bermalam kamis di tenggarong dengan seorang teman.


Sebelumnya aku harus meluruskan tentang asal muasal nya.


Ternyata Ali akbar asli orang samarinda kuliah di kampus biru widyagama jurusan ekonomi, sama sekali bukan orang balikpapan dan bukan mahasiswa UNMUL. Identitas mereka di palsukan agar bisa mengikuti babak penyisihan parade Boom di balikpapan. Glek! Alasan nya, waktu babak penyisihan di samarinda, salah satu personil nya berhalangan.


Hmmm... Jika mereka tidak ikut penyisihan di balikpapan, apakah kami akan tetap bertemu? Takdir memang rumit ya?... Tapi takdir juga kadang tidak bisa di hindari. Atau seandainya dia memang benar orang balikpapan, mana mungkin dia ada disini sekarang... Duduk berdampingan dengan ku, di gedung sekolah ku...


Biasa nya kami hanya makan malam dan berkeliling tenggarong sampai jam 10 malam. Tapi malam ini kami stay di sini sejak sore memandangi halaman basket dengan pencahayaan bias matahari yang memudar hingga berubah menjadi gelap. Satu-satu nya lampu hanya berasal dari ruang kelas ku.


Senja paling romantis yang pernah ku lewati. Senja telah berlalu menjadi malam... Tidak ada kata apapun yang keluar dari mulut kami. Aku pribadi tidak terlalu gelisah, hanya menikmati keheningan yang ada. Yeaaah, walaupun sedikit perasaan cemas pasti ada. Aku takut dia akan mengatakan 'sebenarnya aku sudah punya pacar...blablabla' aku yakin seketika itu juga bangunan sekolah ini akan ambruk menimpa tubuh ku jikalau benar kata-kata itu yang akan dia ucapkan. Sebaiknya jika aku harus memilih, lebih baik aku di timpa reruntuhan bangunan kokoh ini daripada harus mendengar kata-kata itu.

"In... Jujur saja, ini pertama kali nya buat ku. Aku tidak tau bagaimana harus memulai pembicaraan ini"

Jeda...

Sebenarnya udara malam ini lumayan sejuk, tapi sebutir keringat meluncur di pelipisnya. Siluet hidung nya yang mancung membentuk bayangan di samping dinding pilar. 


"In... Kamu mau gak jadi pacar ku?" 


BBbbbrrrrr... Matahari kembali bersinar, tumbuhan di pot meninggi dan bunga nya bermekaran dalam hitungan detik, burung merpati putih berterbangan di lapangan basket dan bernyanyi. Di atas atap gedung sekolah, pelangi membentuk lengkungan indah menghiasi langit dengan semburat tambahan berwarna pink senada dengan pipi ku yang tersipu.


Jangan terlalu serius, itu hanya gambaran keindahan yang ku rasakan. Tidak ada keadaan yang berubah di malam itu, tetap sama seperi 5 menit sebelumnya. Hanya hati ku lah yang berubah menjadi warna pink dan berubah bentuk seperti buah labu dengan sudut bawah runcing. Sorri, fantasi ku memang berlebihan. Hihihihi... 


"Apa jawaban nya in?"


Apakah harus di jawab? Jelas saja jawaban nya 'IYA'

Aku sudah berkali-kali di tembak cowok seperti ini, tapi kali ini jelas luar biasa. Siapapun tidak bisa menggapai rasanya.


"Iya, aku mau... Tapi sebenarnya aku sudah punya pacar"


Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut ku tanpa bisa di sensor! Bodoh! Seharusnya aku tidak perlu mengatakan itu, kan aku bisa membereskan nya sendiri diam-diam.


"Aku beri kamu waktu beberapa hari untuk memutusin dia ya!"


Nada memaksa yang menyenangkan. Dia meraih tangan ku dan tersenyum... Tidak ada kekecewaan setelah mendengar pengakuan ku, sorot matanya tetap sama. Berkilau dibalik kelopak sipit nya seperti biasa.


"Aku tahu kamu sudah punya pacar dari ocha, siapa namanya? Leo, Wawan? Siapa lagi? Aku tidak pernah punya pacar sama sekali dan aku tidak pernah tertarik dengan cewek manapun seperti aku tertarik saat melihat kamu di gelora patra"

.......*noted

"Jangan tanyakan kenapa, dalam keluarga ku kami hanya jatuh cinta sekali dan langsung menikah, itu sebabnya aku akan tetap mempertahankan mu tidak peduli kamu sudah punya pacar atau belum"




----+++---

 17 Mei 2003

Malam ini, aku duduk di pinggiran ranjang jati, dinding kamar di tutupi dengan tirai satin berwarna krem. Di atas ranjang terdapat kelambu modern dengan lampu hias dan bunga-bunga di tengah nya. Sprai nya pun berwarna senada dengan dekorasi sekelilingnya.


Disini lah aku berada sekarang, untuk pertama kali nya bisa berduaan dalam satu kamar dengan nya. Ini malam pertama kami sebagai suami istri. Benar benar malam yang mendebarkan. Tangan ku mencengkram pinggiran ranjang saat teringat mantra yang aku ucapkan 2 tahun yang lalu, pameran furniture di balikpapan plaza dan Tari sebagai saksi hidup nya.


"Aku hanya ingin bermalam pertama dengan Ali akbar di ranjang itu, walaupun aku tidak mengenal nya"




Rasa haru memenuhi rongga dada ku... Energi alam kadang sulit di pahami juga di mengerti. Aku tidak tau desakan apa yang mendorong ku untuk mengucapkan itu. Mungkin sedari awal alam bawah sadar ku tahu bahwa dia lah jodoh ku, bahkan di saat aku sama sekali belum mengenal nya.



 ---+++---- 

 17 Mei 2013 

Hari ini... Umur pernikahan kami sudah menginjak 10 tahun dengan 2 orang putra yang amat cerdas.

Muhammad Saifani Azzam 9thn dan Saifani Raya Espandiar 4thn.

Sejauh ini kami adalah keluarga kecil yang cukup bahagia dengan segala permasalahan nya.

Tapi 10 tahun hidup bersama ali merupakan masa masa terindah dalam hidup ku. Tidak pernah aku merasa benar benar hidup seperti 10 tahun terakhir ini. Ali menghiasi hidup ku dengan senyum manis nya yang tak pernah pudar. 

Tapi, masih ada 40 tahun lagi...

(The End)

Jumat, 30 November 2012

Kanker payudara

Semalam, dapat kabar bahwa tante ku di vonis kanker payudara std.2. Awal nya aku masih tidak percaya, tapi lama kelamaan melihat reaksi dari keluarga besar yang shock, aku mulai mempercayai nya. Okeeeh, ini memang cuma tante ku, adik mama' ku... Seharusnya tidak perlu sedih yang amat sangat ya, tapi... Hubungan keluarga besar mama' ku sangat dekat, seorang tante bagi kami sama dengan artinya orang tua kandung juga, kami benar-benar dekat, perasaan menyatu dalam keluarga besar mama' ku tidak bisa di hindari. Mama'-2 kami, bapak-2 kami sangat menyayangi saudara nya, mereka selalu menangis bersama, tertawa bersama, mereka benar-benar dekat, siapapun bisa menilai itu jika melihat mereka. Jadi, apapun masalah yang menimpa mereka, adalah masalah kami juga, masalah ku juga. Bagaimana mengungkap kan rasa sedih yang aku rasakan? Rasa nya seperti benar-benar terpukul walau mungkin tidak seterpukul perasaan anak-anak nya. Sejak semalam aku tidak pernah berhenti browsing untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyak nya, rasa nya tidak pernah puas sebelum aku bisa menemukan tindakan tepat untuk menyembuhkan nya. Setidak nya bisa mengurangi sedikit perkembang biakan sel kanker itu sendiri. Hari ini, rasanya seperti hari sedih nasional. Semua keluarga besar memiliki perasaan sedih yang sama, aku yakin itu! Dari informasi yang aku kumpulkan, kemungkinan sembuh untuk kanker payudara sisa 30-40%, hal itu menumbuk jantung ku! Dan operasi pengangkatan payudara hanya akan memperparah, jarang berhasil. Satu-satu nya yang bisa di lakukan hanyalah pengobatan tradisional yang belum di coba. Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar dalam diri ku, apa penyebab sel kanker berkembang biak dalam keluarga kami ini? Faktor keturunan, jelas tidak ada! Sedari dulu aku ingin mendalami ini, tapi perasaan takut dan ngeri selalu menghalangi pencarian ini. Namun dengan adanya kejadian ini, membuat ku harus mencari faktor penyebab nya. Okeeh, aku memang bukan dokter, atau tabib. Aku hanya lah seseorang yang tidak pernah puas dengan jawaban orang lain, sebelum bisa menemukan nya sendiri. Seandainya aku bisa menemukan solusi untuk ini, betapa banyak nya keluarga besar lain yang bisa aku bantu. Dan aku benar-benar ingin menemukan nya! Bukan berarti harus aku yang menyembuhkan nya, tapi setidaknya aku bisa menemukan informasi akurat yang bisa aku bagikan untuk melawan kanker itu sendiri. Aku berharap aku bisa! Tuhan ada di dalam diri ku. Bukan dokter atau bukan seorang penyembuh tidak membatasi kita untuk bisa membantu menyembuhkan penyakit kronis sekalipun. Ya Tuhan... Tidak tau harus berkata apa kepada MU, tidak juga bisa memalingkan wajah dari MU karna tlah memberikan cobaan ini, hanya saja... Tidak bisa kah di kurangi kadar ujian nya?

Kamis, 12 Januari 2012

Liburan awal tahun

6 jan 12 Awalnya tidak punya rencana apa-apa untuk mengisi liburan azzam dan raya. Karna kasian ngeliat mereka berdua dirumah terus selama liburan, apalagi raya tidak pernah dibawa keluar sama sekali dari kandangnya. Akhirnya aku mencari cari tiket pesawat murah, tapi mentok!!! Kemana-mana mahal... Maklum mungkin karna musim liburan sekolah. Ke lombok-bali, lah ke surabayanya aja mahal. Ke jakarta, bosan... Lagian waktu libur tersisa 3 hari. Mana mungkin keluar pulau dengan waktu semepet itu. Akhirnya, aku putuskan untuk liburan ke Balikpapan saja. Yang terpenting (kata azzam) bisa bermain-main dipantai.
Jam 10 pagi di hari jumat, kami sudah langsung tancap gas. Oya! Ada yang spesial di liburan kali ini. Yaitu, pertama kalinya kami pergi ber-4 dan pertama kalinya liburan/bermalam tanpa bibi. Mantaaap kan?! Aku tidak tau bagaimana harus mengejar raya yang aktif, mengurus makan minumnya, mengurus mandi, dan segala keperluan raya. Bener-bener modal nekat aja liburan tanpa bibi kali ini. Aku pikir, ada ali yang membantu seandainya aku kewalahan. Dan perjalanan pun dimulai. Mulai dari pamit kaik nenek, nyebrang kapal feri hujan-hujan, aku yang kebelet kencing trus karna cuaca dingin, raya yang jatuh terjerembab terus di tengah dasbor gara-gara rem mendadak dan dia gak mau duduk.
Sampai ngantri di kantor imigrasi untuk perpanjangan paspor, makan siang di ayam goreng banjar karang paci sekaligus nunggu kak iyus ngambil pelet pancing dan akhirnya dapat kabar bahwa mama' dan keluarga disutomo besok juga mau ke liburan ke pantai manggar, lengkap lah sudah acaranya kalau begitu. Azzam dan raya bisa bermain seharian full di pantai dengan sepupu-sepupunya di sutomo. Sepanjang perjalanan, langit mendung, cuacanya dingin tapi tidak hujan. Melewati daerah bukit suharto memang menenangkan saraf mata dan pikiran. Hingga membuat aku tertidur lelap. Baru terbangun saat handphone ku bergetar, dari kaik yang mengabarkan bahwa beliau menyusul ke Balikpapan. Senang sekali... Bisa liburan bareng lagi, kaik batal ke Bontang karna janji temu dengan relasinya diundur. Hal yang nanti pasti akan aku rindukan adalah kehadiran uak dan mama' disaat liburan begini. Rasanya lebih sempurna saja.
Sampai di hotel "menara bahtera" kami langsung cek-in, seperti biasa azzam langsung merengek minta berenang di kolam, maklum... Warga ikan memang tak bisa melihat air kan?
Tapi... Ada 1 ikan neh yang takut air, awalnya dia mau nyemplung kekolam diajak azzam, langsung nyemplung plus pakaian lengkapnya. Tapi ditegur petugas pampering harus dibuka, masalahnya setelah pampers dilepas, raya gak mau lagi pakai baju dan celananya yang sudah basah, mungkin merasa jijik atau tidak biasa mandi pakai baju basah, hahahahaha... Raya mau mandi dengan bertelanjang, tapi peraturan hotel melarang. Terpaksa deh si ikan harus menunggu azzam aja di pinggir dengan berbalut handuk... Tidak lama, kaik dan nenek sudah datang di kamar sebelah. Basa basi sebentar, mandi sore trus kami inisiatif jalan-jalan ke Balikpapan plaza berjalan kaki selagi menunggu om riza, om yasir dan ibu vina datang untuk dinner bareng. Kurang lebih 100 meter ada jembatan penyebrangan. Lumayan ngos-ngosan sih, tapi rasanya senang aja bisa menunjukan dengan raya suasana malam di Balikpapan. Kurang lebih 1,5 jam kami balik ke hotel dan sudah ditunggu kaik di Lobi untuk dinner di Bondi, sebenarnya ini terlalu malam untuk makan, merusak diet pastinya. Tapi karna belum ada makan dari siang, peduli amat dah. Apalagi waktu menyantap gurame goreng kering, sulit untuk menghentikannya, hahahahahaha ----
Penuh Kesan!! Tidak ada kata yang mewakili perasaan ku saat ini, menghabiskan sabtu di pantai bareng keluarga sutomo. Deburan ombak, tiupan angin, pasir putih, andai ada tikar yang lebih bersih dan nyaman lagi, mungkin aku akan terlelap saking menghanyutkan suasananya. Aku hanya berharap bisa menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersantai-santai sekedar membaca buku atau numpang tidur siang disini. Hahahaha.... Keluarga ku memilih pantai di sayap kiri, pantai itu lebih bersih dan lebih banyak pohon sehingga lebih rindang daripada area kanan yang agak kotor dan penuh sesak oleh banyaknya manusia yang juga memiliki niat sama seperti kami. Ya iyaalah... Memangnya ke pantai buat kerja? Hihihihi... Seandainya oooh seandainya, bisa punya villa dipinggir pantai. Pantai mungiiiil aja, cukup kok... (Maksa) villa dipinggir laut dengan dipinggir pantai jauh berbeda lho. Dipinggir laut, yang dimanjakan cuma mata dan kulit. Dipinggir pantai, mata, kulit, dan telinga, karna telinga dinyanyikan deburan ombak yang sangat merdu. Sepulang dari pantai dengan perasaan puas tapi ngantuk. Andai ali tidak singgah di bengkel untuk ganti oli mobil, mungkin aku sudah terlelap. Dari bengkel, kami langsung ke BSB cari mainan untuk faros dan nara. Bukannya pilih kasih gak beliin semua keponakan, tapi karna mereka berdua yang gak ikut liburan kali ini. Beli mainan, beli celana azzam, makan/minum di es teler 77, setelah itu kembali kehotel bersiap-siap untuk makan malam di rumah makan padang UPIK. Makananya enak, ada keripik renyah yang juga enak, pastinya yang lebih enak lagi adalah sesi bertukar cerita dengan uak tentang kegiatan kami sepanjang hari ini. Selesai dinner, nongkrong di lobby hotel. Ada 4 orang pemain accoustic yang menurut ku GILA dalam arti positif. Permainannya bener-bener gila, mantaaap banget dah, apapun yang mereka mainkan pasti menakjubkan. Perpaduan suara dan alat musiknya mengalun beraturan menciptakan harmoni yang sangat sempurna. Aku tidak peduli apa lagu yang mereka mainkan, aku lebih peduli pada senangnya pendengaran ku dimanjakan oleh aksi mereka. Karna azzam dan raya sudah ngantuk berat setelah bermain seharian, aku mengajak mereka naik duluan kekamar meninggalkan yang lain yang pastinya masih sangat betah disana. Azzam langsung tidur, raya masih nonton kartun, dan aku memilih berendam di bath up mengakhiri hari yang cukup melelahkan ini. Berharap otot-otot ku menjadi lebih rileks dan tidur lebih lelap...
---- Minggu, 8 Dec 11 Menahan lapar dari pagi sampai jam 3 sore, bukan tanpa alasan. Pertama, breakfast di hotel masakannya sama sekali gak enak, roti nya juga gak enak. Si dodi beli nasi kuning, nasi kuningnya asal. Bikin mie gelas, eneg hueek. Berpikir mau makan di balcony, malah sibuk habisin koin di game area yang berakhir dengan aksi tutup mulut karna bete atas sikap egoisnya Ali, giliran aku mau pilih-pilih tas, malah diuber suruh cepat. Dipikir lomba belanja??? Seperti bisa saja milih barang dengan begitu, kesel banget sama Ali, Sumpah! Giliran dia nyari-nyari barang, semaumaunya aja tuh. Giliran aku nyari barang selalu di uber-uber gitu. Dari balcony kami langsung nyari kerajinan rotan masih dengan aksi tutup mulut ku. Selama hunting barang, ali ngajakin ngomong terus. Ya mau gak mau aku juga ngomong akhirnya setelah nyuekin dia setengah jam. Dengan perjanjian dalam hati, "aku harus balas dendam, lihat aja!!! Seandainya nanti kamu mancing, bakal aku suruh cepat-cepat pulang terus, biar kapok"hahahahaha.... -- Aku membawa pulang 2 box tempat koran dan majalah yang terbuat dari rotan. Sudah lama banget kepengen beli tempat koran ini secara koran dan majalah baik dikantor maupun rumah selalu berceceran dimana-mana. Haaaa! Dengan box sebesar ini, setidaknya puluhan koran dan majalah pasti bisa masuk. Setelah itu langsung meluncur ke tahu sumedang bukit soeharto sekitar 1 jam dari balikpapan untuk makan siang. Sampai di rumah makan yang dimaksud bukan rasa lapar yang kurasakan, tapi rasa malas! Malas karna harus mengantri lama untuk menikmati makan siang menjelang sore.
Puluhan mobil yang terparkir di depan RM.Tahu sumedang bener-bener bikin kelenjar liur menciut. Satu kata "Membludak" tapi karna sudah janjian dengan uak dan yang lain untuk makan siang bareng disini, mau gak mau harus mau sedikit bersibuk ria mencari meja kosong. Untung saja, masih banyak meja kosong di ujung. Rupanya pemilik RM nya sudah mengantisipasi lonjakan pengunjung, makanya dibikin menyebar sedemikian rupa biar tetap bisa menampung ratusan orang yang singgah untuk mengisi perut di musim liburan seperti sekarang ini. Aku pesan ikan nila goreng plus lauk, aduuuuh... Skali lagi gak sesuai dengan selera. Kering banget rasanya karna nasi yang dibungkus daun pisang sudah tidak hangat lagi, jadinya agak keras dan tanpa kuah sayur, kebayang kan sengkel nya ditenggorokan. Sekedar mengisi perut, tak apalah. Toh nanti bakal pesta buah Elai (durian kalimantan) juga dijalan.
Sebenarnya, waktu setempat menunjukkan jam 3 sore, tapi awan mendung yang menggantung dilangit membuat suasana seperti menjelang magrib. Gelap banget, angin yang menderu pun bukan angin biasa, tapi bayi angin puyuh. Hihihihi... Seperti mau kiamat saja keadaannya.
Bahkan dalam perjalanan pulang, sekali dalam seumur hidup aku melihat petir yang sangat mengerikan, mata ku melotot dan tenggorokan tercekat saking dahsyatnya. Rasanya tidak ada anggota keluarga yang aku izinkan untuk keluar dari mobil disaat cuaca seperti ini, bahkan untuk membeli bensin/buah elai sekalipun. Perjalanan ini memakan waktu 2 jam lebih lama, dikarna pohon tumbang dan berbagai kemacetan yang membuat mobil harus mengantri lama. Tapi, satu hal yang paling penting begitu sampai dirumah, aku puas!!! Puas sekali rasanya bisa membahagiakan azzam dan raya dalam liburan kali ini. Semua berjalan lancar, dan menyenangkan

Selasa, 03 Januari 2012

Selamat tinggal 2011 Selamat datang 2012

Hari khamis sore kami sudah siap berangkat ke Bontang. Kali ini cuman berlima, karna nova dan jabbar nyusul besok. Di Samarinda aku sempetin dulu ke mall untuk nyari baju buat tahun baru. Tapi sudah banyak tempat aku kelilingi, tidak ada satupun yang membuat aku tertarik. Apalagi 4 orang tukang gerutu nunggu dimobil, membuat aku tidak konsen saja. Jam 5 sore kami langsung meluncur ke bontang, istirahat makan malam sebentar di tahu sumedang dan melanjutkan perjalanan kembali. Sampai dibontang sekitar jam 10 malam, kami bersantai di teras belakang sambil makan. Setelah itu langsung berlabuh dipulau kapuk.
----
Hari jumat pagi, belum ada persiapan apa-apa, masih santai... Tapi aku rasa sebaiknya aku cek lokasi acara. Sebelumnya, aku mengira lokasi acara nya tu bener-bener di sebelah villa, cafe billyard. Ternyata bukan, Wooow...! Padahal dalam bayangan ku cafe itulah yang akan aku dekor. Sudah membuat rincian begini begitu, ternyata salah. Dan benar saja! Saat aku melihat lokasi acara aku agak-agak kecewa, karna tidak sesuai dengan tema yang akan aku buat. Bayangan ku sebelumnya sebuah rumah makan berbentuk segi panjang dengan dinding terbuka dan ada atap nya. Sehingga aku bisa menggantungkan payung seperti lampion di atap-atapnya. Ternyata, cafe yang dimaksud adalah sebuah area yang serba terbuka tanpa atap, bentuknya berbelok-belok dan meja kursi kayu panjang berjejer di pinggir pagarnya. Area dibelakang menjorok kelaut, panggung nya berada di tengah menghadap serong kelaut, area nya memiliki sayap kiri dan kanan, otomatis! Akupun shock berat! Bagaimana mendekor tempat seluas ini dengan bahan yang sebenarnya untuk area yang lebih kecil?
Ini benar-benar mematahkan semangatku! Tema dan bahan yang aku persiapkan sama sekali tidak cocok untuk lokasi ini. Dimana menggantungkan payung untuk lampionnya? Payung pasti tidak akan mendominasi jika area nya seluas ini, dan terompet hiasan tidak akan menarik jika disebar keberbagai tempat. Oh my Gossshhh!!! Aku dan ali sama sekali tidak menguasai medan perang kalau begini. Tapi, jadi ingat pepatah "jadikan lemon sebagai minuman yang manis" jeruk lemon memang masam, tapi kita bisa mengolahnya menjadi minuman yang manis dan dingin. Walaupun masih shock, jalankan saja... Mulai bertindak, hasil akhir akan menyesuaikan. Balik ke villa dengan kemarahan pada diri sendiri, marah karna aku kurang bertanya tentang lokasinya, kurang mengumpulkan info tentang cafenx. Jadinya begini lah.... Seandainx kemaren aku tau lokasinx begini, mungkin aku akan membuat tema "One nite in bali" karna lokasinx lebih cocok jika dengan tema itu daripada "umbrella party" --- Sabtu pagi, masih tidak ada kegiatan selain menyiapkan hal-hal kecil seperti membuat nomer undian, menyusun kata-kata renungan, membuat susunan acara, dll.
Setelah makan siang, barulah kami mulai bersiap-siap untuk mendekor, sebenarnya itu tanggung jawab ali, aku hanya mengarahkan hal-hal yang menurut ku penting untuk diperhatikan. Selebihnya aku percayakan dekorasi sama ali aja. Sore, setelah menjemput 2 penyanyi yang khusus didatangkan dari samarinda di terminal bus, kami melakukan gladi bersih dan cek sound. Menjelang magrib, aku sudah siap! Sudah mandi dan sudah bertengger di lokasi acara ditemani ani. Acara berjalan sesuai dengan harapan, dekornya juga cantik. Tapi, entah kenapa... Segalanya tidak berkesan bagiku. Bukan, bukan karna lokasinya kurang bagus. Lokasinya sangat sangat sangat bagus, benar-benar menjorok kelaut dan luas. Ali membuatnya tampak indah dan tertata rapi. Masalah ada pada perasaan ku, aku kurang mampu, kurang bisa meresapi makna dan rasanya. Entah dimana kesalahannya.
Acaranya berjalan dengan baik dan dengan dekorasi yang aku yakin membuat orang-orang akan takjub melihatnya, sangat kreatif dan unik. Sekali lagi aku tekankan, masalahnya ada didalam perasaan ku, tidak bisa aku jelaskan.... Aku merasa ketiadaan, kekosongan, kehampaan, kali ini aku tidak membawa perasaan dalam mewujudkan acaranya. Seperti hanya melakukan kewajiban, bukan berharap kepuasan seperti biasanya. Malam perenungan, kembang api, bom pita, dan semprotan jaring menandai pergantian tahun. Lagi-lagi perasaan ku bermasalah. Tidak ada kepuasan, tidak ada kebahagiaan. Seperti acara biasa saja. Padahal menurut ku itu meriah sekali. Ada apa dengan perasaan ku? ---
Barulah, setelah acara berakhir, aku ngumpul dengan sepupu-sepupu ku, (mereka aku paksa menginap di villa) perasaan ku mulai kembali pada level yang seharusnya. Setelah memulangkan MC en penyanyi, kami ngumpul di parkiran BK, 5 orang dengan 5 motor, seru sekali rasanya kompoi tengah malam, lalu ngumpul di villa sambil berbagi cerita lucu, ngerujak mangga muda.
Walaupun nova dan ani sudah meneteskan liur diatas bantal dan suara ngoroknya membahana di seisi ruangan, tidak mengurangi perasaan senang ku ngumpul bersama sepupu yang lain. Terutama riska, aku sudah lama sekali tidak mendengar ketawa ngakaknya yang super lebar. 5 menit sebelum adzan subuh, kami masing-masing mencari tempat untuk berlabuh, sebagian di sofa, sebagian menggelar tikar dilantai. Dan dalam hitungan 10 menit, kami semua tidur terlelap... Tak peduli lantai ubin beralas tikar ini terasa keras, asalkan tidur bersama adek-adek sepupu ku ini, rasanya nya baik-baik saja. Dan perasaan ku jauh lebih nyaman dibanding beberapa jam sebelumnya... Selamat tinggal 2011, Selamat datang 2012, Happy new year yaaaa,..!!! ---- Entah jam berapa aku tersentak kaget dari tidur ku ketika telinga ku dipenuhi suara dentuman keras yang berirama. Yang membuat emosi ku mendidih dan langsung memicu jeritan dari tenggorokan "jangan ribut!!!!, jangan berlari!!!!" Yang benar saja, sudah aku tidur diulin, telingaku menempel di lantai kayu, lalu ponakan-ponakan ku berlari lari disepanjang villa. Hentakan kaki pada lantai otomatis menciptakan suara yang keras ditelingaku. Bagaikan bom atom yang meledak jika posisinya seperti itu. Tapi tidak berlaku bagi ali riska dan nova yang sepertinya masih tetap tidak terganggu dengan suara ribut anak-anak. Aku pindah ke kasur yang lebih empuk, kasur yang sebelumnya jadi tempat ani meneteskan liur, karna dia sedang hamil makanya kami harus mengalah untuk memberikan tempat terempuk untuknya. Tapi, pagi itu kasur itu sudah kosong. Ku lanjutkan tidur ku beberapa jam disitu. Sampai akhirnya aku mendengar suara berisik dan semakin ribut karna aktivitas orang yang sudah bangun.
Dan WOOOWWW!!! Nova masih tidur, sekarang dia pindah ke sofa. Hebat banget tuh anak! Sudah dia tidur paling cepat, dan sekarang bangun paling lambat dari semuanya. Kurasa nova akan dapat gelar "Sleeping Ugly" di tahun ini.
Dalam keadaan masih ngantuk, aku keluar villa dan mendapati seluruh keluarga ku berdiri di pinggir pagar villa, aku tidak tertarik untuk bergabung. Palingan nonton lomba yang diadakan oleh panitia pesta laut lagi. Aku memilih duduk di meja makan, masih dalam perasaan melayang karna kurang tidur. Tapi, saat tawaran dari uak ku untuk menjadi orang pertama mencoba Jetski yang baru datang, kontan mata dan otak ku menjadi siaga secara positif dalam artian hormon serotonin (hormon pemicu perasaan senang) ku pun membanjir. Aku sudah lama ingin mencoba naik jetski di laut. Begitu uak menawari, jelas saja serotonin ku meningkat drastis. Belum sampai hitungan ketiga aku sudah berlari kekamar untuk mengganti baju daster ku dengan kaos dan celana pendek, memakai SPF-50 khusus untuk bermain olahraga/permainan pantai. Walaupun aku berlari dengan kecepatan tinggi, aku masih sempat melihat nova menggeliat geliatkan tubuhnya. Aku berteriak "Nova, bangun! Aku mau naik jetski!!!" Kontan nova langsung terbeliak,bangun dan langsung berdiri. Hahahahahaha... Aku tidak mendengar teriakan balasannya, karna aku langsung berlari ke dermaga yang berjarak 100 meter dari villa tanpa sandal mengejar ali yang sudah duluan naik diatas jetski. Panasnya jembatan kayu sudah tidak aku pedulikan mengeringkan telapak kakiku. Pakai pelampung, dan aku langsung naik jetski dibonceng ali. Sebelum tancap gas, kami mendekati villa mendekati keluarga ku yang berjejer untuk jepret jepret.
Hihihihihi... Sekilas, aku lihat uak ku sama senangnya melihat kebahagiaan diwajahku. Setelah itu ali langsung memacu jetski menjauh dari villa. Agak takut sih sebenarnya, tapi perasaan senang ku mengalahkan rasa takutnya. Senang sekali rasanya, Lepaaasss... Bebasss... Melaju diatas laut tanpa takut nabrak karna hamparan laut yang luas didepan sejauh mata memandang. Diantara hal-hal yang paling membuat aku puas, bebas, dan bahagia diakhir pergantian tahun, bisa kupastikan aktivitas ini lah yang paling menduduki peringkat utama "sumber kebahagiaan"ku. Kedua, berkumpul dan melakukan hal-hal yang menyenangkan dengan sepupu-sepupu ku terutama ani dan riska yang memang sudah lama tidak bertemu. Ketiga, menghabiskan akhir tahun dan awal tahun di villa dengan uak, mama', dan semua keluarga yang kusayangi. Selalu menyenangkan jika ada uak dan mama', rasanya lebih lengkap saja. Ada azzam,faroz (raya lebih aman jika di tenggarong,karna bibi tidak mungkin sanggup menjaganya untuk tetap aman disini) ada Ali, pasukan 'harus ada' (yasir,nova,jabbar,tanpa feni) sodara en ponakan2 ku. Walaupun tanpa bro hivni skeluarga (karna dinda lagi sakit) tetap akhir tahun yang sempurna rasanya. Tiada pesta/acara semeriah apapun yang lebih mengesankan selain bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka semuanya. Wellcome, 2012! ------ Siang hingga sore aku habiskan dengan ngerujak ngerujak dan ngerujak. Melihat riska menimbulkan hasrat ku untuk terus menerus merujak. Hahahaha... Buah mangga yang dipetik dari kantor BFC (rumah uak pung) bener-bener manis walaupun masih muda, kriuk kriuk banget! Tidak masam seperti mangga muda biasanya. Itu juga alasan ku tidak berhenti ngerujak. Mangga muda nya bener-bener spesial. Makan siang hari itu aku nambah 3x, mama' masak pindang kuning ikan kakap, plus sambal mangga. Kali ini aku makan bebas setelah beberapa hari menahan makan gara-gara takut terlihat gemuk di malam tahun baru. Dari meja makan, kami berpindah kedapur lagi untuk makan pop mie, hahahaha... 4 pop mie berhasil kosong dari wadahnya. Setelah itu satu persatu sepupuku mulai rontok dan habis. Aku kembali kesepian... Kebetulan aku sudah lelah menjalani hari ini, aku menjatuhkan diri di sofa super empuk dan nyaman di bawah jendela berdaun lebar, sehingga angin laut membuai ku hingga terlelap, tertidur dengan pulas, sangat pulas... Dan terbangun saat matahari tidak lagi seterik tadi.
Aku langsung mandi dan mengajak Ali, Azzam dan Faroz ke deretan Cafe di ujung BK. Langganan kami cafe mutiara karna gorengannya yang enak dan slalu dalam keadaan panas. Aku menghabiskan 3 piring gorengan, hahahahaha... Lapar atau balas dendam? Perasaan ku menghangat, bisa bertukar cerita, berbagi perasaan dan pikiran dengan ali. Hal yang sudah lama tidak kami lakukan. Dari situ, kami ke warung ma'noy. Aku masih menyimpan ruang diperut ku untuk semangkuk soto ayam. Benar-benar aksi balas dendam sepertinya. Apalagi rasa soto ayamnya sesuai dengan bayanganku. Tidak sia-sia kemarin aku memasukan soto ayam ini kedalam ceklist makanan yang ingin aku makan sebelum kembali ke Tenggarong. Jam 9 malam, kami pulang ke Tenggarong. Sedangkan uak, mama' en yasir masih bertahan di bontang. Ali ada keperluan hari senin. Padahal aku benar-benar ingin bersantai lebih lama lagi. Jam 2 subuh sampai di Tenggarong, tidur kurang nyenyak, bangun pagi tubuh rasanya sakit semua, kepala pusing, ditambah lagi SHOCK saat melihat perempuan berkulit coklat gosong di dalam cermin, Waaaaaaaaaaaa!!!! Who's that women!???